03.05.08

SSJKA (Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut) angin duduk

Posted in Blogroll, Uncategorized, artikel, holistic quantum, kesehatan, mind detox at 3:44 pm by Administrator

    Dari milis tetangga é
         
   Kemarin ada seorang teman dikantor yang meninggal   di usia
 yang ke-31. Menurut dokter-dokter yang turut melayat,
   kemungkin penyebabnya adalah Angin   Duduk, karena hari senin. Dia
 masih
   masuk kantor, walaupun pada saat jam istirahat minta ijin pulang
   karena kepalanya pusing. Kebetulan ybs tidur sekamar dengan kakak
   perempuannya yang juga bekerja di kantor yang sama, dan masih
   sempatterbangun karena adiknya menanyakan minyak kayu putih sekitar
   setengah 12 malam, lalu paginya waktu dibangunkan pagi hari untuk
   berangkat ke kantor, ternyata sang adik sudah meninggal dengan
 posisi
   tidur dengan wajah sedikit menahan rasa sakit, dan kebiruan sekitar
 leher.
  
      Atas dasar itulah saya informasikan sedikit   mengenai Angin
 Duduk atau nama kerennya Sindrom   Jantung Koroner Akut. Angin Duduk sama
 dengan Sindrom Jantung Koroner Akut   Hanya dalam 15 menit sampai 30
 menit, orang yang terserang angin duduk bisa   meninggal. Padahal,
 penderita, sebelumnya terlihat sehat-sehat saja. Dunia   kedokteran selama dua
 tahun terakhir berhasil mengidentifikasi istilah baru   penyakit
 jantung yang akrab disebut angin duduk.
  
      Ternyata,   penyakit ini tak sekedar masuk angin berat, tetapi
 identik dengan sindrom   serangan jantung koroner akut(SSJKA).
   Teridentifikasinya istilah   ini, menurut Guru Besar Bidang Ilmu
   Penyakit Dalam FKUI, Prof DR   dr Teguh Santoso.SpPD, di Jakarta,
 pekan lalu.
  
      Menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang   berkembang di
 masyarakat selama ini. Bahwa masuk angin hebat itu adalah   penyakit
 yang> berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam   waktu 15
   hingga 30 menit sejak serangan pertama. Jadi kata Teguh lagi, jika
   Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan
 Aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke rumah
 Sakit yang menyediakan fasilitas penanganan gawat darurat jantung.
   Ingat! Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama.
      
      Sindrom serangan jantung koroner akut merupakan   penemuan
 terbaru akhir banyak disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah.
   Misalnya,penderita dikerok, diberi minuman air panas, atau diberi
   ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin. Padahal, penderita bisa
   meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit
  
   Gejalanya:
    Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti
    - Rasa ditekan
    -   Rasa diremas-remas, menjalar ke leher, lengan kiri dan kanan,
 serta ulu hati.
    -   Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin. Keluhan
 nyeri
   ini   bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu,
 serta
   punggung.   Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu
 hati
   seperti   masuk angin atau maag.
  
   Sumber masalah sesungguh hanya terletak pada penye mpitan 
 pembuluhdarah jantung (vasokonstriksi) .
  
     
   Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
    -   Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh
 darah akibat   konsumsi kolesterol tinggi.
   -   Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus);
   -   Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh.darah akibat
 kejang yang   terus menerus.
   -   Keempat, infeksi pada pembuluh darah..
  
    Penyempitan itu,   lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya
 oksigen
   yang masuk ke dalam jantung. Ketidak-seimbangan pasokan dengan
   kebutuhan oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam
   istilah medisnya disebut angina. Namun kata Teguh, hendaknya
 dibedakan
   antara keluhan nyeri pada sindrom serangan jantung koroner akut
   (SSJKA) dengan serangan
   jantung koroner (SJK) (infark miokard). Pada SJK, angina terjadi
   akib at sumbatan total pembuluh darah jantung karena aktivitas fisik
   yang berlebihan.
   Sementara pada SSJKA angina terjadi akibat sumbatan tidak total yang
   dirasakan saat istirahat. “SSJKA ini memang mendadak. Bukan karena
   capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya
 penderita
   akan meninggal paling lama lima   belas menit setelah keluhan rasa
 nyeri
   pertama kali dirasakan”. kata Teguh.
  
   Masyarakat   diminta waspada terhadap keluhan angin ini. Soalnya
 penderita sebelum   terserang akan tampak sehat-sehat. Solusi…..NYA:
   Satu-satunya   hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu
 dengan memberikan obat   anti platelet (sel pembeku darah) dan anti
 koagulan.
   Atau,   obat untuk mengantisipasi ketidak-seimbangan supplai oksigen
 dan kebutuhan   oksigen. Misalnya nitrat, betabloker, dan kalsium
 antagonis.
  
   Di tempat terpisah. Ahli jantung RS Jantung Harapan K i ta dr.
 Santoso   Karo-Karo MPH:, SpJp mengungkapkan   kondisi rumah sakit di
 Indonesia   tidak terlalu bisa diharapkan untuk pengobatan SSJKA. Rumah sakit
 terkesan   lambat menangani pasien. Untuk itu ia menyarankan
 agarpenderita yang sudah   tahu bahwa dirinya memiliki gangguan jantungsebaiknya
 membawa tablet   antiplatelet ke manapun ia pergi. Obat antiplatelet
 yang paling murah dan gampang di cari   adalah aspirin.
   Obat   ini selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi
 nyeri dan   melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh
 thrombosit atau   platelet (sel pembeku darah).
 
 
++:
 Bisa juga   sedia pill CEDOCARD, murah harganya, sediakan 
 sekitar 2 - 6 butir, selipkan di dompet, dibawa kemana pun pergi. Cara 
 pake nya jangan ditelan, tapi dimasuk   kan ke bawah lidah, dibiarkan
 mencair dibawah lidah.   Cara kerjanya: Pil cedocard akan mencair jadi
 larutan yang mudah diserap   pembuluh darah dibawah lidah, berfungsi
 menimbulkan pelebaran pembuluh darah   di kepala, terutama ke arah otak,
 sehingga otak tetap mendapat supply darah   dan oksigen yang cukup, jika
 jantung mengalami gangguan. Sementara itu   selekasnya penderita di
 bawa ke RS Gawat Darurat untuk mendapat pertolongan   lebih lanjut.

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.