03.05.08
SSJKA (Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut) angin duduk
Dari milis tetangga é
Kemarin ada seorang teman dikantor yang meninggal di usia
yang ke-31. Menurut dokter-dokter yang turut melayat,
kemungkin penyebabnya adalah Angin Duduk, karena hari senin. Dia
masih
masuk kantor, walaupun pada saat jam istirahat minta ijin pulang
karena kepalanya pusing. Kebetulan ybs tidur sekamar dengan kakak
perempuannya yang juga bekerja di kantor yang sama, dan masih
sempatterbangun karena adiknya menanyakan minyak kayu putih sekitar
setengah 12 malam, lalu paginya waktu dibangunkan pagi hari untuk
berangkat ke kantor, ternyata sang adik sudah meninggal dengan
posisi
tidur dengan wajah sedikit menahan rasa sakit, dan kebiruan sekitar
leher.
Atas dasar itulah saya informasikan sedikit mengenai Angin
Duduk atau nama kerennya Sindrom Jantung Koroner Akut. Angin Duduk sama
dengan Sindrom Jantung Koroner Akut Hanya dalam 15 menit sampai 30
menit, orang yang terserang angin duduk bisa meninggal. Padahal,
penderita, sebelumnya terlihat sehat-sehat saja. Dunia kedokteran selama dua
tahun terakhir berhasil mengidentifikasi istilah baru penyakit
jantung yang akrab disebut angin duduk.
Ternyata, penyakit ini tak sekedar masuk angin berat, tetapi
identik dengan sindrom serangan jantung koroner akut(SSJKA).
Teridentifikasinya istilah ini, menurut Guru Besar Bidang Ilmu
Penyakit Dalam FKUI, Prof DR dr Teguh Santoso.SpPD, di Jakarta,
pekan lalu.
Menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di
masyarakat selama ini. Bahwa masuk angin hebat itu adalah penyakit
yang> berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15
hingga 30 menit sejak serangan pertama. Jadi kata Teguh lagi, jika
Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan
Aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke rumah
Sakit yang menyediakan fasilitas penanganan gawat darurat jantung.
Ingat! Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama.
Sindrom serangan jantung koroner akut merupakan penemuan
terbaru akhir banyak disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah.
Misalnya,penderita dikerok, diberi minuman air panas, atau diberi
ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin. Padahal, penderita bisa
meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit
Gejalanya:
Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti
- Rasa ditekan
- Rasa diremas-remas, menjalar ke leher, lengan kiri dan kanan,
serta ulu hati.
- Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin. Keluhan
nyeri
ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu,
serta
punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu
hati
seperti masuk angin atau maag.
Sumber masalah sesungguh hanya terletak pada penye mpitan
pembuluhdarah jantung (vasokonstriksi) .
Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
- Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh
darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.
- Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus);
- Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh.darah akibat
kejang yang terus menerus.
- Keempat, infeksi pada pembuluh darah..
Penyempitan itu, lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya
oksigen
yang masuk ke dalam jantung. Ketidak-seimbangan pasokan dengan
kebutuhan oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam
istilah medisnya disebut angina. Namun kata Teguh, hendaknya
dibedakan
antara keluhan nyeri pada sindrom serangan jantung koroner akut
(SSJKA) dengan serangan
jantung koroner (SJK) (infark miokard). Pada SJK, angina terjadi
akib at sumbatan total pembuluh darah jantung karena aktivitas fisik
yang berlebihan.
Sementara pada SSJKA angina terjadi akibat sumbatan tidak total yang
dirasakan saat istirahat. “SSJKA ini memang mendadak. Bukan karena
capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya
penderita
akan meninggal paling lama lima belas menit setelah keluhan rasa
nyeri
pertama kali dirasakan”. kata Teguh.
Masyarakat diminta waspada terhadap keluhan angin ini. Soalnya
penderita sebelum terserang akan tampak sehat-sehat. Solusi…..NYA:
Satu-satunya hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu
dengan memberikan obat anti platelet (sel pembeku darah) dan anti
koagulan.
Atau, obat untuk mengantisipasi ketidak-seimbangan supplai oksigen
dan kebutuhan oksigen. Misalnya nitrat, betabloker, dan kalsium
antagonis.
Di tempat terpisah. Ahli jantung RS Jantung Harapan K i ta dr.
Santoso Karo-Karo MPH:, SpJp mengungkapkan kondisi rumah sakit di
Indonesia tidak terlalu bisa diharapkan untuk pengobatan SSJKA. Rumah sakit
terkesan lambat menangani pasien. Untuk itu ia menyarankan
agarpenderita yang sudah tahu bahwa dirinya memiliki gangguan jantungsebaiknya
membawa tablet antiplatelet ke manapun ia pergi. Obat antiplatelet
yang paling murah dan gampang di cari adalah aspirin.
Obat ini selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi
nyeri dan melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh
thrombosit atau platelet (sel pembeku darah).
++:
Bisa juga sedia pill CEDOCARD, murah harganya, sediakan
sekitar 2 - 6 butir, selipkan di dompet, dibawa kemana pun pergi. Cara
pake nya jangan ditelan, tapi dimasuk kan ke bawah lidah, dibiarkan
mencair dibawah lidah. Cara kerjanya: Pil cedocard akan mencair jadi
larutan yang mudah diserap pembuluh darah dibawah lidah, berfungsi
menimbulkan pelebaran pembuluh darah di kepala, terutama ke arah otak,
sehingga otak tetap mendapat supply darah dan oksigen yang cukup, jika
jantung mengalami gangguan. Sementara itu selekasnya penderita di
bawa ke RS Gawat Darurat untuk mendapat pertolongan lebih lanjut.