07.19.07
HIDAYAH MELALUI PENYAKIT TUMOR GANAS ( 2 )
Dalam perjalanan hidup saya menghadapi penyakit ini kurang lebih 17thn, hikmah yang saya dapatkan cukup banyak.
- Saya hampir tidak pernah lelah untuk belajar, baik tentang perkembangan medis pengobatan penyakit tumor/kanker maupun perkembangan pengobatan tradisional secara holistic/alternative-in light medicine.
- Saya banyak belajar psikologi-medis atas dampak gangguan emosi pada para penderita tumor/kanker dari para dokter baik di Bandung, Solo dan Jakarta di beberapa rumah sakit besar.
- Saya belajar mengenai Islam untuk mencapai arti hidup dan Penciptanya.
- Saya menemukan manfaat agama dalam kehidupan.
- Saya mendalami psikologi-religi dari Al-Quran dan Hadist
- Saya menerapkan psikologi-religi dalam Al-Quran untuk menghadapi penyakit akut, akhirnya menemukan Metode Ikhlas, yang sangat banyak meringankan rasa sakit dan takut.
- Berhubung penyakit saya, setiap 3 tahun memproduksi badai getah-bening, maka hampir setiap saat saya memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
- Waktu menjadi begitu berharga, pada serangan badai getah-bening yang membanjiri seluruh organ tubuh, maka saya pun belajar bagaimana metabolisme tubuh dan fungsi fisiologinya.
- Dalam memperlajari fungsi organ tubuh, saya mempelajari bagaimana melawan racun tubuh dengan Metode Detoksifikasi.
- Akhirnya dalam perjalanan cukup panjang, saya dipertemukan dengan Metode Hypnotherapy. Metode ini, sangat efektif untuk menerapkan gabungan dari semua metode yang saya terapkan selama ini dalam menghadapi rasa sakit. Yaitu, Psikologi-Medis , Psikologi-Religi, Metode Ikhlas & Metode Detoksifikasi untuk memperbaiki Metabolisme Tubuh dengan ijin Sang Pencipta.
- Melalui beberapa tahun uji penerapan dengan berbagai kasus penyakit pada objek penelitian, akhirnya saya memberanikan diri untuk berbagi dengan sesama saudara2 muslim untuk menuju perbaikan hidup secara mental.
- Dengan kesiapan mental para penderita perlahan2 mendapat hikmah berupa kesembuhan fisik (pada penyakit ringan baik fisik maupun mental). Arti lain dari sudut pandang religi, para penderita mampu berkomunikasi dengan Pencipta yang telah memberikan kemampuan menyembuh-diri dari penyakit atau Self-Healing dengan aktivasi Yaa Syifaa atau Alloh Maha Penyembuh yang dimiliki setiap manusia dalam dirinya.
Dengan latar belakang studi dalam bidang Sistem Informatika dan Ekonomi Manajemen dan bekerja sebagai advisor/penasehat bidang keuangan & pengembangan sumber daya manusia.
Ditambah sekolah saya terlama dalam menghadapi penyakit ini 17th pulang pergi Rumah Sakit, saya sungguh-2 bersyukur atas pemberian Alloh berupa penyakit ganas ini.
Saya perlahan membangun kepercayaan diri dan memberanikan diri menjadi seorang terapis. Berbagi pada sesama saudara2 dan anak2 remaja untuk menghadapi hidup lebih ceria lebih optimis dan lebih cerdas.
Walau secara medis, penyakit saya saat ini belum ada obat untuk kesembuhan total, saya tetap menjalani hidup dengan suka-cita. Asal semua pantang dijaga, maka penyakit ini tidak mengganggu. Ketika serangan badai-getah bening, saya berusaha untuk menghadapinya dengan ikhlas. Kita kembali saja pada konsep bahwa AJAL BUKAN KARENA PENYAKIT.
Berbekal konsep itu, hingga hari ini saya tetap mempelajari bagaimana memerangi badai getah bening, dibantu oleh rekan2 dari Ikatan Pengobatan Alternatif Indonesia, Ikatan Thabib Indonesia dan rekan2 dokter dari berbagai rumah sakit baik di Indonesia, Singapore dan China.
Begitulah HIDAYAH ALLOH datang melalui penyakit, apabila kita terima dengan lapang dada & keikhlasan, begitu besar HIKMAH yang terkandung di dalamnya.
Bagaimana mungkin seorang saya, yang bukan siapa-2 akhirnya mampu menjadi seorang terapis, yang dapat berdiskusi dengan orang2 pandai baik dari bidang medis maupun non-medis di dalam negeri maupun luar negeri.
Suatu nikmat yang tiada dapat diungkapkan dengan kata, hanya Alloh yang Maha Mengetahui isi hati kita. Terima kasih ya Rabb…, sungguh diluar dugaan bagaimana Engkau menyampaikan kasih sayangMu.
Ternyata BENAR bahwa manusia membutuhkan bimbingan untuk mengenalMu melalui nabi-nabi dan Rasulullah saw agar mendapatkan keselamatan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.
Ternyata BENAR mengapa Engkau berkali2 mengirimkan nabi-nabi ke muka bumi ini untuk memberi peringatan pada hamba2Mu.
Sebagai umat nabi Muhammad saw, maka saya mengerti mengapa saya harus berterima kasih kepada GURU BESAR kita ini, mengapa kita bershalawat, mengapa kita harus menyampaikan salam pada Nabi Muhammad saw dalam sholat kita, mengapa harus ber-iman pada Rosulullah dalam rukun Iman.
Melalui penyakit ini, saya menjalani hidup dengan banyak ke-anehan yang sebelumnya seringkali saya sesali, seringkali saya marah kepada Alloh.
Melalui penyakit ini, saya dapat menjalani hidup dengan tertatih2 menghantarkan Ibu dan Ayah saya menjelang ajal mereka. Tatkala orang2 sibuk pada karir, saya menghadapi hidup dengan kemampuan seadanya, saya menjadi pilihan untuk menjaga orang2 sakit karena saya dikenal seringkali berada dirumah/pengangguran.
Sekali lagi sungguh diluar nalar kita, bagaimana Alloh sangat berkuasa atas umatNya. Kehidupan dengan mudah membelokkan kita ke berbagai arah sesuai dengan TAKDIR yang dituliskan untuk tiap umat.
Walau nalar membuat rencana hidup sesuai optimasi intelektual, tetapi TAKDIR tidak sesuai, maka JANGAN BERHARAP akan tercapai. Tetapi dengan ke-ikhlasan kita mampu menuai optimasi intelektual scara spiritual. Akhirnya kita mampu mencapai optimasi di bidang lain tanpa kita mampu menduga. Dan hasil yang di capai JAUH LEBIH BAIK dari rencana nalar kita sebelumnya.
Demikian saudara2ku, anak2ku betapa AL QURAN dan HADIST ini benar2 bermanfaat. Di setiap kesulitan PASTI disusul dengan kemudahan, ternyata SANGATLAH BENAR.
Di saat kita marah atas kehidupan yang membuat hati susah, adalah bagian dari KUASA TUHAN ATAS UMATNYA adalah sungguh2 BENAR. Ternyata TAKDIR jauh lebih berkuasa diatas USAHA kita. Jadi agar usaha kita tidak sia2, dekatkanlah diri kepada SANG MEMILIKI TAKDIR agar USAHA kita SEJALAN dengan TAKDIR.
Apabila jalan hidup kita tidak semulus bagaimana USAHA dan TAKDIR yang sejalan, adalah tidak lain Alloh sangat mencintai umatNya itu untuk mempertebal IMAN kepadaNYA dan Alloh mensucikan segala kesalahan2 umatNya itu melalui perjalanan hidup yang sulit, agar umatNya menjadi suci laksana emas dibersihkan dari debu2nya.
Bahwa putus asa adalah JAUH DARI NIKMAT…. Raihlah nikmat dengan bersabar dan menimba ILMU adalah sangat BENAR. Semoga hal ini menjadi bermanfaat bagi kita semua….
poetry21 said,
October 11, 2007 at 3:20 am
1. fa sobrun jamiil…
Subhanalloh…
Allohu a’lamu wa antum la ta’lamun.
“sesungguhnya Alloh Mahatahu sedangkan kamu tidak tahu”
2. Tidaklah Al-Qur’an itu diturunkan melainkan untuk petunjuk bagi orang-orang yang beriman dan as-syifaa bagi segala penyakit, terutama penyakit hati.
3. tidaklah seseorang mengatakan “aku telah beriman” sedang ia tidak diberi cobaan.
4. sesungguhnya di antara tanda-tanda itu terdapat kekuasaan Alloh bagi orang-orang yang berpikir…
waslm.
atty said,
October 19, 2007 at 4:30 am
Terima kasih atas commentnya..benar sekali apa yg disampaikan. Oleh karena mari kita berbagi mumpung masih diberi waktu..insya Alloh dapat menjadi ilmu yang amaliah atau bermanfaat bagi saudara2 sesama penderita kanker/tumor atau pun bagi saudara2 lain yang sehat wal afiat agar menjadikan artikel ini sumber inspirasi bagaimana bersyukur atas semua yg kita terima. Setuju kan ?