07.14.07

HIDAYAH MELALUI PENYAKIT TUMOR GANAS ( 1 )

Posted in Uncategorized, artikel at 9:48 am by Administrator

Sejak usia  9-10 tahun kesehatan saya tergolong baik, fisik tegap, senang  berolah-raga. Bahkan ban merah pada olahraga JUJITSU saya dapatkan pada kelas 1 SD.   Kursus bahasa pun saya selesaikan pada usia termuda, kelas 5 SD tamat hingga tingkat akhir. Juara kelas atau ranking 5 besar adalah hal yang normal bagi keluarga. Belajar adalah hobi. Termasuk mempelajari latar belakang berbagai agama. 

Tak disangka pusing2 yang sering saya alami kadang hingga pingsan atau diikuti oleh serangan jantung, berujung pada kelainan kelenjar getah bening. Hal yang harus dijaga adalah tidak tahan cuaca atau suhu udara yang panas/terik. 

Hingga usia dewasa, para dokter mengingatkan saya untuk tes DNA apabila mau menikah dan punya keturunan. Karena penderita penyakit ini apabila hamil, bayi yang di kandung kemungkinan besar mengalami cacat. Berbekal keyakinan bahwa Tuhan tidak mungkin menguji umatNya diluar batas kemampuan, akhirnya saya memutuskan menikah dan hamil tanpa tes DNA. 

Masa hamil adalah masa yang cukup kritis, kondisi fisik lemah didampingi dokter2 internis, Jantung, THT, Genekolog bersama2 mengiringi kehamilan saya yang hampir keguguran. Kehamilan seringkali diiringi dengan pendarahan.

Akhirnya masa menegangkan bagi para dokter (saya dan suami cenderung lebih pasrah) berakhir dengan penuh mujizat, anak lahir sempurna diberi nama PRASYA ANINDITYA artinya PUTRI PERTAMA LAHIR DI BULAN SYAWAL TANPA CACAT. 

Waktu berlalu terasa sangat singkat, pada usia bayi 3 bulan, terjadi lagi serangan getah bening meliputi hampir seluruh organ tubuh, sehingga para dokter memberikan saya keputusan medis bahwa usia fisiologis organ tubuh yang sudah dipenuhi oleh racun dari getah bening hanya mampu bertahan hingga 1 tahun mendatang. 

Berhubung yang memberi informasi adalah team-dokter jadi saya terima saja, saya tidak mencari second-opinion atau pendapat ahli lainnya.

Untuk selanjutnya  saya di terapi oleh ahli endokrinolog. Dulu masih dokter sekarang sudah jadi guru besar, alias Profesor. Selain mendapat vonis kerusakan organ tubuh, dokter ahli kelenjar /endokrinolog ini menambahkan, umumnya penderita penyakit ini memiliki ketidak-seimbangan emosi, jadi 90% penderita mengalami perceraian. Karena pasangan hidup sulit memahami dampak penyakit ini.  

Komplit ! Tapi heran juga, pada waktu itu saya sangat tenang menerima semuanya. Hari demi hari saya lalui bersama keluarga dengan suka-cita, karena memang tidak satupun keluarga mengetahui hal vonis mati ini.  

Mereka hanya seringkali bertanya2 kenapa saya sering jatuh sakit. Bahkan pada awalnya, suami pun tidak mengetahui, hanya Datuk atau Paman saya yang seorang dokter senior memahami tentang saya dan penyakit ini. Mendekatkan diri pada Tuhan jelas saya jalankan, wong persiapan mau mati lho….

Akhirnya suatu malam usia bayi 3 bulan, saya mengalami kematian. Mungkin mati suri, mungkin tidak suri, saya tidak paham. Yang saya paham adalah saya mengalami “PENJEMPUTAN” oleh sang malaikat (kata buku). Yang saya alami,  saya dijemput dan keluar dari tubuh saya yang sedang tidur bersama bayi. 

Perlahan saya menyaksikan tubuh saya, bayi saya, suami saya, mengitari rumah saya dan tiba2 secepat kilat seolah tubuh saya seperti kesedot vacuum-cleaner raksasa menuju keatas, Keluar rumah menuju langit yang waktu itu malam hari.

Seketika saya berpikir apakah ini waktu saya untuk kembali pulang kerumah Tuhan ?  Saya berusaha mengucapkan kalimat syahadat. Karena konon pabila membaca kalimat syahadat kita bisa masuk surga.  

TERNYATA!  Suuuuuuliiiiiiiiiiitnya bukan main! Yang terucap hanya “As…” berulang2x  “As…” 

Rasanya dalam hitungan detik, saya tiba di sebuah ruang tanpa batas, dihadapan saya sebuah sinar maha besar putih kekuning-2an seperti matahari tetapi lembut dan tidak menakutkan. Mirip seperti tatapan kasih sayang seorang ibu, tetapi berbentuk cahaya yang maha besar dahsyat tapi penuh kasih sayang. 

Saya pikir mungkin ini Alloh Tuhan-ku, lalu saya memohon apabila diperbolehkan saya mohon diijinkan untuk kembali dan mengurus bayi yang baru dilahirkan, yang dipercayakan pada saya dan suami agar dapat dirawat diasuh dan dididik sebagaimana perintah Tuhan. 

Tak ada jawaban atau suara atau apapun selayaknya interaksi, tiba2 saya memiliki kekuatan dan kemampuan untuk bertakbir. “Allohu Akbar…” begitu selesai bertakbir saya kembali berada disamping bayi mungil tercinta.

Ternyata Alloh Maha Pemurah Maha Pengasih Maha Mengabulkan memberi saya kesempatan untuk merawat dan mengasuh bayi mungil, ananda Prasya putri kami satu2nya yang lahir dalam banjirnya getah bening dalam tubuh saya. 

Sejak perjalanan spiritual saya pada malam itu, otomatis semaksimal mungkin saya berusaha mengenal tentang Islam. Walau terlahir Islam, saya tidak mengenal Islam sebaik saya mengenal penyakit saya. 

Setahun berlalu saya masih hidup, walau sakit2an saya tetap semangat. Berobat kemana2, dengan metode apapun. Dari aneh hingga ajaib pun saya jalani. Kuncinya KEYAKINAN bahwa penyakit ini dari Tuhan hanya Tuhan-lah yang dapat menyembuh-kan. Titik. Jadi yang pengobatan alternative yang aneh2 hampir tidak ada hasil konkrit. 

Alhamdulillah hingga saat ini usia penyakit saya hampir 17 tahun, dokter2 yang dulu memvonis saya sudah sepuh dan bertanya metode apa yang digunakan hingga bisa bertahan ?  Jawabnya, metode Alloh. Karena sulit menjelaskan secara rinci apa dan bagaimana  cara kerja metode Alloh, organ2 tubuh rusak bisa bertahan hingga 17 tahun.

Tapi para dokter sepuh mengangguk2 dan senyum, mereka bagaimanapun PASTI mengalami perjalanan dan pengembangan spiritual juga, yaa… ajal adalah milik Tuhan. Jadi mis-konsep di masyarakat bahwa dokter berdarah dingin..agaknya TIDAK SEMUA dokter. Bahkan sekarang banyak dokter jadi Da’I. 

Hikmah perjalanan hidup saya hingga saat ini adalah, KEMATIAN hal yang biasa. Persiapkan amal ibadah adalah BENAR. Karena yang mengucapkan kalimah syahadat bukan mulut TETAPI iman atau hati atau ruh kita yang sudah terlatih mengucapkan ashma/nama Alloh dengan penuh makna. 

KEMATIAN adalah pintu kita untuk berusaha menuju perbaikan dalam hidup. Baik secara mental maupun fisik, baik dalam pendalaman mental pribadi maupun cara kita bermasyarakat. Baik dalam menimba /meraih ilmu, berkarya maupun dalam berbagi ilmu.  

KEMATIAN = PULANG - KAMPUNG, begitu besar rasa cinta kita kepada Alloh. Hingga rasa rindu yang sangat dalam begitu melekat. Indahnya cinta kepada Alloh mengalahkan segalanya, termasuk mengalahkan rasa takut. 

Takut bagaimana kita didalam kubur? Bagaimana siksa2 kubur? Api neraka dll sebagainya?  

Dengan menjalankan AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR alias menjauhi yang dilarang Alloh dan menjalankan semua perintahNYA, dalam koridor RUKUN IMAN dan RUKUN ISLAM.  

Alloh menjamin UMATNYA untuk mendapat perlindungan dan cinta kasihNYA yang bukan main dahsyatnya. Dan ALLOH TIDAK MELANGGAR JANJINYA. 

Atas keyakinan itu saja, kita dapat menikmati kasih sayangNYA walau belum dalam kubur, apalagi setelah KEMATIAN. Dengan KEMATIAN habis sudah waktu kita untuk koleksi dosa2 baru. Selesai atau Tidak kumpulkan!  

Masih berlumur dosa saja, kita selalu mendapat kasih sayangNYA tanpa kita sadari. Apalagi kalau kita sudah MATI, berarti tidak membuat dosa baru.  Begitu kan konsekwensi logisnya?  

Nah bagaimana agar kita dapat meraih perlindungan dan KASIH SAYANGNYA yang MAHA DAHSYAT itu? 

HIDUP menuju KEMATIAN, Alloh sudah memberikan kita contekan agar kita dapat perlindungan dan kasih sayang-NYA dalam hidup maupun mati, di dunia maupun di akherat. Semua contekan tertera dalam AL-QUR’AN dan HADIST.

Kalo ujian ada contekan yang lengkap. Masa iya kita gagal ujian? 

Alloh memberikan kita hidup yang HANYA UNTUK DIUJI, dan Alloh memberikan semua teori berikut jawaban2nya ada dalam AL-QUR’AN.  

UJIAN OPEN BOOK !! Presisi diatas 99% !  

Mari berlomba menuju kebaikan, persiapan MATI, krn ajal bukan karena usia atau penyakit.  Ajal milik ALLOH SEMATA. HANYA ALLOH yang mengetahui kapan ajal itu TIBA pada kita.  

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.